SELAMAT DATANG BERSAMA INVESTASI TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Sabtu, 29 Juni 2013

Permintaan Ekspor Gaharu Tetap Tinggi

Ilustrasi kayu gaharu | KOMPAS/HERU SRI KUMORO
MATARAM, KOMPAS.com — Kayu gaharu (Aquilaria malaccensis) memiliki pangsa pasar khusus dan permintaan yang tinggi. Di China, Taiwan, dan khususnya Timur Tengah, kayu yang disejajarkan dengan cendana ini laku keras.
"Kalau permintaan dari Timur Tengah, China, dan Taiwan, tidak ada batasnya, berapa pun pasti diterima. Tapi, kan, tiap provinsi diberi jatah. Ya, sebesar kuota itu yang kami penuhi," kata Faisal Bages, pengusaha penampung dan eksportir kayu gaharu, Minggu (6/11/2011), di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Menurut Faisal, harga eskpor kayu gaharu kelas super yang tumbuh alami saat ini Rp 10 juta per kilogram, naik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya seharga Rp 4 juta-Rp 5 juta.
Kenaikan harga gaharu (disebut ketimusan di Lombok) disebabkan populasi kayu yang dijadikan wewangian dan dupa ini sangat menipis. Yang tumbuh alami bisa disebut antara ada dan tiada. "Yang banyak beredar saat ini adalah hasil budidaya yang umumnya diekspor," ungkap Faisal.
Adapun pemasaran kayu gaharu diatur melalui kuota. Kuota untuk Indonesia tahun 2011 sekitar 400 ton setahun. Jatah terbesar dipegang Papua dan Kalimantan, sedangkan NTB mendapat jatah 8 ton pada tahun 2011. Jumlah yang sama untuk tahun 2012 nanti.
Permintaan terbesar gaharu kelas super dari Timur Tengah, sisanya kelas menengah-bawah diekspor ke China dan Taiwan.
Di Arab Saudi, biasanya kayu gaharu dijadikan bahan mandi uap untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, di China dan Taiwan umumnya untuk wewangian dupa, sedangkan di Thailand ampasnya untuk bahan membuat obat nyamuk.
Soal bibit, tutur Faisal, masih tersedia cukup banyak di NTB dan dibudidayakan di kawasan hutan Gunung Rinjani; Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa; dan lingkar tambang PT Newmont Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat.
Stok jenis gaharu girinof yang umumnya tumbuh dibudidayakan dan dikirim dari NTB sekitar 100.000 batang per tahun. Tingginya 25-35 cm dengan umur setahun. 
 
 
 

http://regional.kompas.com/read/2011/11/06/12125867/Permintaan.Ekspor.Gaharu.Tetap.Tinggi

  • Penulis :
  • Khaerul Anwar
  • Minggu, 6 November 2011 | 12:12 WIB

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Grocery Coupons